Pengalaman Tes Masuk Kerja Beserta Tips

Bismillahirrohmaanirrohiim…

Sebenarnya pengen share pengalaman pertama saya dalam menjalani tes wawancara kerja. Jadi ceritanya saya mengirimkan lamaran kerja via email ke suatu perusahaan semen di daerah perbatasan Karawang dan Kabupaten Bekasi, sekitar seminggu yang lalu. Sedikit cemas karena posisi yang dilamar itu untuk lulusan jurusan Kimia murni bukan untuk lulusan jurusan pendidikan Kimia seperti saya. Namun, senin kemarin saya mendapat telepon dari HRD perusahaan tersebut untuk tes tulis dan tes wawancara kerja. Okay, setelah itu saya langsung berpikir apa yang harus saya lakukan untuk persiapan tes tersebut. Meski sudah googling sana sini bagaimana cara menghadapi tes untuk kerja, tetap saja saya tidak menemukan cara yang pas untuk saya sendiri. Maka saya putuskan untuk membiarkan mengalir apa adanya dengan persiapan yang sangat minim.

Selasa pagi berangkat dari Bandung ke Karawang, membutuhkan waktu tempuh selama 4 jam. Karena perusahaan tersebut jauh dari kota alias terpencil. Sayapun segera menemui HRD dengan sedikit lelah karena jauhnya perjalanan dan kebetulan saya sedang puasa. Daaan, tes tulis pun dimulai..

Jujur sebenarnya itu test psikotest ga terlalu menguras tenaga dan pikiran, namun yang membuat otak bekerja keras itu adalah ketika mendapat perintah menceritakan diri sendiri dengan menggunakan bahasa inggris dalam 120 suku kata atau lebih.. Nah loh. Sebenarnya ga ada yang saya takuti dari soal tersebut, saya sanggup ko berbahasa inggris baik dalam speaking, writing, maupun listening. Hanya saja pada saat itu konsentrasi sedang dalam kondisi yang tidak bagus dan kosakata bahasa inggris pun mulai pudar dari ingatan.. Jadi aja asal tulis.
Saran dari saya saja sih, kalau sedang mencari kerja khusus buat yang fresh graduate, perlu ditingkatkan lagi kemampuan bahasa inggrisnya, terutama melamar ke perusahaan asing. Kalaupun pas-pasan, saya saranin untuk tetap pede dan jangan terlalu paksakan kalau tidak bisa!!! Karena jika dipaksakan malah jadi buruk bagi kamu sendiri.

Ya jujur tes tulis bukanlah segala-galanya dalam melamar pekerjaan, tapi ya seperti yang saya katakan tadi kalau tidak bisa menjawab soal biarkan saja dikosongkan..

Setelah tes tulis selesai, dilanjutkan dengan tes wawancara.. Ya ini yang paling tegang dan yang paling menentukan layak apa tidaknya kita bekerja di perusahaan tersebut. Kebetulan yang mewawancari saya seorang bos Taiwanese dan seseorang Chinese-Indonesia (makin tegang aja). Awalnya dikasih tes lagi berupa pertanyaan yang ada hubungannya dengan posisi yang dilamar, dan saya pun segera menyelesaikannya (ya meski ada satu soal yang tidak diisi karena tidak paham). Dan wawancara pun tiba. Adapun pertanyaan yang diajukan tidak serumit pertanyaan yang saya temui di blog-blog sebelah (mungkin karena perusahaan yang saya lamar adalah perasaan baru). Pertanyaannya kurang lebih seperti ini:

  • Coba kenalkan diri anda!
  • Bekerja disini gantian alias di shift, apakah anda bersedia?
  • Apakah anda tidak keberatan jika anda tidak pulang saat lebaran?

Pertanyaan mudah tapi harus dijawab hati-hati. Sudah tentu jawaban harus dipikirkan dan dipertimbangkan dengan baik, supaya baik buat diri kita sendiri dan perusahaan. Jangan asal menjawab, karena akan menyesal nantinya. Jujur ini pengalaman saya. Karena saya sangat antusias mendapatkan pekerjaan, saya menyetujui pertanyaan kedua dan ketiga tersebut. Tanpa memikirkan diri saya sendiri untuk kedepannya ingin seperti apa. Sejujurnya saya ingin menimba ilmu ke jenjang yang lebih tinggi. Saya ingin menunjukkan kepada kedua orangtua saya kalau saya mampu melanjutkan kuliah S2 tanpa biaya dari orangtua saya.

Kembali lagi ke pertanyaan, sekiranya kalau kamu keberatan untuk menyetujui hal-hal tersebut (shift dan tidak pulang saat lebaran), alangkah baiknya kalau kamu mengatakan hal yang sebenarnya bahwa kamu keberatan bekerja seperti itu. Namun, jika kamu menjawab seperti yang saya sarankan, mungkin pewawancara menganggap anda tidak mampu mengisi posisi itu.

Okay, saya perjelas lagi ya. Jika kamu memang sanggup untuk melakukannya jawab saja bahwa kamu bersedia dan menyetujuinya, namun jika tidak sanggup dan merasa bahwa anda tidak cocok dengan peraturan perusahaan tersebut ya jawab saja sejujurnya bahwa anda tidak bersedia. Carilah yang terbaik bagi kamu sendiri. Jangan sampai ketika anda diterima perusahaan anda, membuat cita-cita anda hanya menjadi sebuah cerita dan terkubur begitu saja.

Saran dari saya, sebelum melamar pekerjaan, pikirkanlah pekerjaan apa yang cocok buat kamu. Jangan sampai menyesal nantinya.

Ingat saat tes masuk kerja, pakailah baju yang sopan, rapih dan nyaman digunakan. Jawab pertanyaan sebisa mungkin, kalaupun tak bisa lebih baik dikosongkan saja itu lebih baik. Dalam tes wawancara harus tetap pede, jangan asal menjawab, dan berbicara semaunya. Jangan pasang muka panik, seram, slenge’an ataupun tegang. Bawa rileks saja dan tetap optimis. Tetap tersenyum jika dibutukan (jujur ini cara saya untuk menghindari gugup dan tegang). Jangan lupa berikhtiar dan berdoa kepada Allah SWT yang Mahakuasa, agar segalanya menjadi mudah.

Sekian pengalaman dan saran dari saya, semoga bermanfaat. Tetap semangat dan selalu optimis!!!🙂

Perihal

Just ordinary girl who love Kimi Raikkonen and My Chemical Romance

Ditulis dalam Curhat, Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

My Post
Kicauan

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 234 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: